Work as Assistant Museum Macan - Yayoi Kusama Life is the Heart of a Rainbow

Jadi tukang jaga pameran???
Ngapain tuh? Pameran apaan?

Jadi gini guys, pada 12 Mei - 9 September 2018. Ketika bekerja Part Time sebagai Asisten Museum MACAN. Hmm.. Museum Macan? Apa itu?
Museum yang berisikan replika Macan  dari berbagai daerah dan belahan dunia?
Museum yang dihias dengan corak totol-nya Macan?
Rawwr! Semuanya salah! Jadi apa dong?

Museum MACAN merupakan singkatan dari Museum of Modern and Contemporary Art in NusantaraMuseum seni modern dan kontemporer pertama di Jakarta bahkan di Indonesia. Museum ini memiliki program pameran dan acara aktif di fasilitas seluas 7.100 meter persegi.

Fasilitas lainnya di dalam museum MACAN yang sangat berguna bagi seluruh pengunjung, seperti tempat penitipan barang, cafe, toilet, ruang kesehatan (P3K), ruang ibu menyusui atau membuat susu (karena disediakan dispenser), ruangan untuk mengadakan workshop, talk show, opening party, closing party, hingga menonton bersama.

Dan bagi pengunjung yang membawa anak-anak, disediakan ruang Children Art Space, di dalamnya juga terdapat karya seni dari seniman terpilih untuk mengisi Children Art Space dengan karya-nya sehingga anak-anak bisa 'berintaksi' langsung dengan karya tersebut. Dan pastinya ada kegiatan seru yang dapat anak-anak lakukan di dalamnya bersangkutan dengan Karya yang dipasang pada Children Art Space.

Museum MACAN selalu menghadirkan karya seni dari seniman Indonesia dan dunia yang sudah bertaraf internasional dan hasil proses kurasi dan diskusi para tim Musem.
Berdirinya Museum MACAN bermula dari hobi Pak Har (Panggilan akrabnya) selaku pemilik AKR Tower, yang senang mengoleksi karya seni dari penjuru negeri, baik Indonesia maupun luar Negeri. Kemudian pada pembukaan pertama, karya-karya yang dipamerkan adalah karya seni koleksi pribadi Pak Har. Lalu pada pertengahan 2018 dibuka pameran kedua dengan menampilkan khusus karya Yayoi Kusama, seniman asal Negeri Sakura.
Untuk lebih lengkapnya kamu bisa langsung mengunjungi website Museum MACAN ya :)

Bermula dari aku penasaran dengan Museum MACAN ini, kenapa kok ketika pameran pertama “Art Turns. World Turns. Exploring the Collection of Museum MACAN” orang sampai mengantre panjang pada salah satu koleksi karya yang masuk ke ruangan gelap dengan berbagai lampu, yaitu Yayoi Kusama's popular installation Infinity Mirrored Room - Brilliance of the Souls (2014).

Harga tiket masuk lumayan tinggi bagi kantong aku yang masih mahasiswa saat itu. Karena sedari dulu masuk Museum selalu gratis dan tidak pernah masuk Museum yang harganya mencapai 90.000-100.000 per orang. Walau sudah diberikan harga mahasiswa pun tetap saja mahal menurutku pribadi hahaha. Selain itu, tidak boleh membawa kamera DSLR atau kamera profesional lainnya, hanya menggunakan handphone atau smartphone. "Ah, tidak seru." pikirku. Namun, semakin lama semakin banyak bermunculan di Instagram, ditambah dengan editan yang Ciamik syekaliihh. Aku jadi semakin penasaran, tapi tetap mengurungkan niat karena waktu, jarak dan biaya, oia ngga ada teman juga yang bisa pergi bareng hehehe.



Singkat cerita, aku sudah follow Instagram MUSEUM MACAN, tiba-tiba ada post berisi informasi dibuka lowongan Assistant MusemSaat itu, aku baru lulus kuliah sedang mencari pekerjaan, akhirnya tanpa ragu aku buka link yang tertera tanpa berpikir lama aku langsung daftar, karena belum dapat pekerjaan juga. Soal diterima atau tidak nya nanti saja deh, daftar dulu.
Aku lupa berapa lama jarak aku daftar dengan akhirnya lolos untuk tahap interview, pokoknya aku lolos seleksi awal, datang interview pagi jam 10.00. Aku pikir hanya sedikit ternyata banyak yang mendaftar dan berbeda-beda hari.Dipanggil satu per satu, kami di interview dalam Children Art Space. Tidak hanya satu orang yang interview, tapi ada sekitar 5 orang. Jadi tidak makan waktu terlalu lama, kecuali yang mengajak interview senang mengobrol panjang yaaah, hehehe.. Pas bagian aku sih syukurlah orangnya baik dan nggak begitu banyak bertele-tele, langsung pada intinya.

Seminggu atau 2 minggu kemudian setelah interview saya lolos (Puji Tuhan!) dan mendapatkan informasi untuk mengikuti Training pertama sebelum mulai bertugas di Pameran terbaru Museum MACAN yaitu karya-karya Yayoi Kusama.
Training pertama pastinya perkenalan dengan staff-staff Museum MACAN, penjelasan sejarah, visi misi MUSEUM MACAN, sistem kerja Asisten Museum nantinya. Tahap terakhir adalah berkeliling Museum melihat seluruh karya yang sudah jadi dipasang dijelaskan satu per satu tentang karyanya sebelum dibuka untuk undangan dan umum. Serta dijelaskan tentang fasilitas yang ada dan peraturan di dalam Museum.

Aku lupa berapa jumlah asisten yang lolos seleksi, sepertinya di atas 100 orang. Sebelum bertugas menjaga pameran ketika dibuka untuk umum, kami sudah mulai bertugas ketika dibuka khusus undangan media, influencer dan orang-orang penting lainnya.

Selain itu, kami juga mendapat kesempatan untuk bertugas di event-event yang Museum MACAN adakan setiap weekend berhubungan dengan pameran Yayoi Kusama dan tentu saja ada staff Museum yang akan membimbing kami. 
Oh iya, terkadang kami juga diminta untuk ikut membantu staff Museum yang memimpin rombongan dari sekolah, kampus atau group yang butuh Tour Guide.







Oke deh, sepertinya sampai di sini saja aku ceritanya ya. Hehehe.😀
Sebenarnya aku ada video-video nya selama bertugas tapi sampai sekarang belum sempat edit😓Kalau sudah di upload, nanti aku berikan link di sini ya.😊


Senang bisa mengikuti program asisten Museum MACAN, selain mendapatkan teman dan koneksi yang baru dan banyak, menambah pengalaman juga tentang dunia Museum Kontemporer apalagi pertama di Indonesia. Bertemu berbagai pengunjung yang luar biasa unik setiap hari, setiap waktunya ketika aku bertugas. Belajar tentang kerjasama tim, ketika menjadi Leader pembagian slot area pameran yang harus dijaga dan jam istirahat. Sifat dan karakter teman-teman satu angkatan bertugas, juga sangat seru untuk aku mengenal mereka.

Terima kasih banyak untuk Tim Museum MACAN yang sudah memberikan kesempatan padaku bertugas di Museum MACAN, bahkan ditawari lagi untuk ikut di pameran selanjutnya, yaitu Lee Mingwei: Seven Stories. Bahkan mendekat pameran Lee Mingwei selesai sempat ditawarkan juga untuk ikut lagi, tapi aku pikir sudah cukup dan saatnya berlayar mencari pengalaman lebih baru lagi dan yang aku sukai pastinya.
Intinya lakukan pekerjaan dengan sepenuh hati, rasa syukur, dan tanpa disuruh terlebih dahulu. Selalu berikan yang terbaik. ^^

Thank you for reading ❤

Comments

Popular Posts