Dari Teater Hingga ke Film Layar Lebar - HORAS AMANG
HORAS!
Kamu percaya akan "Jika berjodoh pasti akan bertemu kembali" atau "Kalau memang untuk kita pasti tidak akan pergi kemana-mana. Pasti datang kembali." ?
Aku percaya.
Masih ingat kisah ku melatih Tortor untuk pementasan Horas Amang oleh Teater Legiun pada Agustus 2016 lalu?
Nah, ini dia "Jika jodoh pasti akan bertemu kembali."
Tuhan sudah mengatur, sehingga semesta mempertemukan kembali. Kita semua saling ter-koneksi. #Asyik
Kabar yang sangat menggembirakan di tahun 2019 ini, Horas Amang yang dulunya dari sebuah pementasan teater diangkat menjadi film layar lebar.
Pencarian talent sudah dari awal tahun, proses shooting-nya sampai pertengahan tahun. Kemudian pengeditan hingga 26 September tayang di seluruh bioskop di Indonesia, pada tanggal 23 September juga diadakan penayangan Premiere.
Ketika tahun 2016, pulang kuliah aku disapa oleh seorang teman dari fakultas seni pertunjukan, dia mengambil Jurusan Teater.
Singkat cerita, aku ditawarkan untuk melatih Tortor karena tema yang diangkat dalam produksi terbaru teater yang ia ikuti adalah Budaya Batak.
Aku terima, aku ajak dia beserta sutradara dan ketua tim tari ke rumah, untuk bertemu Among & Inong yang mendalami Budaya Batak dari seluruh aspek.
Dan di tahun ini pun kami dari Sanggar Gorga kembali diajak bekerjasama dalam pembuatan film Horas Amang. Sebagai Tim Panortor, Pemusik, Penasehat Budaya, artistik dari segi perabotan ala Batak.
Kami mulai shooting di daerah Sentul untuk tim penari & pemusik di bulan Februari 2019.
Dari subuh sudah berangkat bersama dari Sanggar Gorga, merias wajah dan mengganti pakaian di tempat shooting.
Selesai shooting sore hari, dan dalam perjalanan pulang langsung hujan deras.
Ketika kembali lagi di Sanggar Gorga. Kami para panortor tertidur lelap sangking lelahnya persiapan dan shooting dari pagi buta hingga sore hari.
Tapi sungguh pengalaman yang sangat berharga.
Kami dipercayakan dalam level baru lagi.
Sebuah batu loncatan bagi kami untuk terus berkarya terutama melestarikan Budaya Batak.
Bersyukur. Dan aku percaya kami dapat mengalami level yang lebih tinggi lagi, jika tetap rendah hati dan menjaga koneksi satu sama lain dengan baik.
Sanggar Gorga Go International, maybe?
AMEN for that! :)
Selamat menjalani hari dengan penuh harapan.
Tetap rendah hati, jangan pernah berhenti karya untuk Bangsa.
Pasti semesta kan mendukung. Nikmati proses. Jangan menyerah, pasti akan membuahkan hasil yang memuaskan. :D
Terima kasih sudah menyempatkan blog ku ini.
----------------------------------------
MY INSTAGRAM
SANGGAR GORGA INSTAGRAM
SANGGAR GORGA YOUTUBE
MY YOUTUBE
Kamu percaya akan "Jika berjodoh pasti akan bertemu kembali" atau "Kalau memang untuk kita pasti tidak akan pergi kemana-mana. Pasti datang kembali." ?
Aku percaya.
Masih ingat kisah ku melatih Tortor untuk pementasan Horas Amang oleh Teater Legiun pada Agustus 2016 lalu?
Nah, ini dia "Jika jodoh pasti akan bertemu kembali."
Tuhan sudah mengatur, sehingga semesta mempertemukan kembali. Kita semua saling ter-koneksi. #Asyik
Kabar yang sangat menggembirakan di tahun 2019 ini, Horas Amang yang dulunya dari sebuah pementasan teater diangkat menjadi film layar lebar.
Pencarian talent sudah dari awal tahun, proses shooting-nya sampai pertengahan tahun. Kemudian pengeditan hingga 26 September tayang di seluruh bioskop di Indonesia, pada tanggal 23 September juga diadakan penayangan Premiere.
Ketika tahun 2016, pulang kuliah aku disapa oleh seorang teman dari fakultas seni pertunjukan, dia mengambil Jurusan Teater.
Singkat cerita, aku ditawarkan untuk melatih Tortor karena tema yang diangkat dalam produksi terbaru teater yang ia ikuti adalah Budaya Batak.
Aku terima, aku ajak dia beserta sutradara dan ketua tim tari ke rumah, untuk bertemu Among & Inong yang mendalami Budaya Batak dari seluruh aspek.
Dan di tahun ini pun kami dari Sanggar Gorga kembali diajak bekerjasama dalam pembuatan film Horas Amang. Sebagai Tim Panortor, Pemusik, Penasehat Budaya, artistik dari segi perabotan ala Batak.
Kami mulai shooting di daerah Sentul untuk tim penari & pemusik di bulan Februari 2019.
Dari subuh sudah berangkat bersama dari Sanggar Gorga, merias wajah dan mengganti pakaian di tempat shooting.
Selesai shooting sore hari, dan dalam perjalanan pulang langsung hujan deras.
Ketika kembali lagi di Sanggar Gorga. Kami para panortor tertidur lelap sangking lelahnya persiapan dan shooting dari pagi buta hingga sore hari.
Tapi sungguh pengalaman yang sangat berharga.
Kami dipercayakan dalam level baru lagi.
Sebuah batu loncatan bagi kami untuk terus berkarya terutama melestarikan Budaya Batak.
Bersyukur. Dan aku percaya kami dapat mengalami level yang lebih tinggi lagi, jika tetap rendah hati dan menjaga koneksi satu sama lain dengan baik.
Sanggar Gorga Go International, maybe?
AMEN for that! :)
Selamat menjalani hari dengan penuh harapan.
Tetap rendah hati, jangan pernah berhenti karya untuk Bangsa.
Pasti semesta kan mendukung. Nikmati proses. Jangan menyerah, pasti akan membuahkan hasil yang memuaskan. :D
Terima kasih sudah menyempatkan blog ku ini.
----------------------------------------
MY INSTAGRAM
SANGGAR GORGA INSTAGRAM
SANGGAR GORGA YOUTUBE
MY YOUTUBE
@yupolana 2019











Comments